Indosarana Jaya Perkasa

1001 bukan Dongeng, Melainkan Realisasi dari Kerja Keras

Untuk wujudkan cita-cita besar tentu hadir pula rintangan yang besar. Ibarat kapal berlayar ke samudra, kita sadar tak boleh berhenti berlayar agar tidak karam atau hanyut terbawa arus. Kapal memang aman jika berlabuh di pelabuhan, tetapi bukan untuk itu kapal dibuat, ia harus berlayar, melawan gelombang, menghadapi badai, membelah lautan.

Tamsil diatas tentu sesuai untuk menggambarkan kondisi masa awal berdiri sebagai perusahaan mandiri. Jika kita mengulas balik sejarah berdirinya Adhimix, pasca divestasi rampung, kita dihadapkan pada persoalan baru. Perusahaan yang baru saja lahir ini harus mampu bertahan dengan peralatan seadanya. Saat lepas dari Adhi Karya, “warisan” yang diperoleh Adhimix diantaranya beberapa unit plant yang masih berstatus sewa ke Adhi Karya dan sekitar 100 truk mixer yang sebagian besar kondisinya sudah dimakan usia.

Dan PT Indo Sarana Jaya Perkasa awalnya merupakan sebuah divisi transportasi di Adhimix. Unit ini dikelola oleh Bapak Suprayogi, salah satu pendiri awal Adhimix. Seiring waktu, para pimpinan menilai lebih baik jika unit transportasi ini berdiri sebagai entitas mandiri. Maka lahirlah PT Indo Sarana Jaya Perkasa, dengan tugas utama mengelola truk mixer (TM), dump truck dan concrete pump.

Kini, Indosarana Jaya Perkasa mengelola lebih 1000 unit armada, alat produksi, loader, batching plant, hingga tim perawatan. Indosarana tak hanya mengelola armada, tapi juga mengelola ribuan driver dan teknisi.

“Perusahaan ini telah berjalan lebih kurang selama 23 tahun sebagai divisi dan 32 tahun sebagai anak perusahaan. Kita perlu bersyukur bisnis bertahan puluhan tahun, lebih bersyukur saat melihat saudara-saudara kita yang masih susah mencari pekerjaan. Alhamdulillah kita masih gajian, sementara banyak PHK dimana-mana,” ujar Bapak Surakhman.

Kita memang harus banyak bersyukur secara terus menerus dan rasa syukur yang paling utama adalah bahwa kita harus memperbaiki kinerja sebagai insan Indosarana Jaya Perkasa.

“Sekarang banyak kemajuan teknologi, misalnya soal peralatan, kita perlu inovasi teknologi otomatisasi, robotik atau kecerdasan buatan. Rasa bersyukur ini dapat kita aktualisasikan dengan hijrah menjadi lebih baik lagi. Kalau kita mengikuti sejarah Adhimix, kami sebenarnya tidak pernah berpikir untuk menjadi kaya, kami hanya berfikir bagaimana agar perusahaan ini berkembang dan dapat menyerap pekerja sebanyak-banyaknya,” imbuh Komisaris Utama PT Indo Sarana Jaya Perkasa.

Senada dengan Komisaris, Direktur Utama juga menyampaikan bahwa rasa bersyukur adalah kunci dari bertambahnya nikmat. “TM baru yang akan dioperasikan bernomor lambung 999, 1000 dan 1001. Secara filosofis 999 adalah angka cantik mewakili asmaul husna, 1000 adalah milestone dan 1001 sebuah hikayat, bukan dongeng, melainkan realisasi kerja keras kita selama ini,” ujar Bapak Buana Rochman

Selaras dengan tagline kita, makin bagus dan makin berkah, bertambahnya armada adalah buah keberkahan dari Allah SWT melalui kerja keras insan Indosarana Jaya Perkasa, khususnya para founding father yang telah mendirikan perusahaan.

“Disampaikan Pak Surakhman bahwa sejak tahun 1980-an bermula adanya TM 1 (armada pertama) dan saat ini telah hadir TM ke 1001 yang mungkin kedepan akan bertambah lagi, itu adalah hal yang harus kita syukuri bahwa sudah sejauh ini kita melangkah, terus melangkah bahkan mundur sedikit agar dapat berlari. Saya berharap ke depan teman-teman sekalian tetap meraih apa yang kita rencanakan, dengan tidak lupa bahwa kita harus bersyukur agar selalu datang rizki dan tambahan keberkahan,” sambung Direktur Utama.

Dalam kesempatan tasyakuran tersebut juga dihadiri Direktur Utama PT Adhimix Precast Indonesia, Ibu Trias Andati. Secara matematis beliau menghitung, “Jika Indosarana berdiri selama 35 tahun dengan memiliki 1001 TM, maka 1000 dibagi 35 tahun, dalam satu tahun memiliki sekitar 30 TM dan dalam satu bulan sekitar 2 TM. Satu TM dioperasikan dua driver, beberapa mekanik dan menyerap tenaga kerja lainnya,” ujar Direktur Utama Adhimix.

“Kita berharap Indo Sarana Jaya Perkasa semakin tumbuh, berkembang dan insannya menjadi panutan bagi keluarganya. Keluarga besar Indosarana tentu juga keluarga besar Adhimix, perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar dan untuk Indonesia,” tambah Ibu Trias Andati.

Berita Lainnya